Wakaf Wasiat Polis Syariah

Wakaf Wasiat Polis Syariah 

“Barang siapa yang wafat dalam keadaan berwasiat, maka dia telah mati di jalan Allah dan sunnah Rasulullah, mati dalam keadaan takwa dan syahid dan mati dalam keadaan diampuni atas dosanya”  

(HR.IBNU MAJAH) 

 

Wakaf Wasiat Polis Syariah untuk merealisasikan rencana wakaf anda, antara lain untuk : 

  1. Masjid
  2. Pesantren
  3. Badan Usaha Milik Wakaf 

Definisi Wasiat, menurut Sayyid Sabiq : “Wasiat itu adalah pemberian seseorang kepada orang lain baik berupa barang, piutang, ataupun manfaat untuk dimiliki oleh orang yang diberi wasiat setelah yang berwasiat wafat”

PENGERTIAN 

Wakaf Wasiat adalah suatu perencanaan wakaf dengan mewasiatkan secara legal sebagian dari kepemilikan aset wakif ketika yang bersangkutan meninggal dunia namun tetap dapat menikmati manfaat dari aset yang diwakafkan tersebut selama wakif tersebut hidup. 

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Syariah : adalah Wakaf berupa polis asuransi syariah yang mana nilai investasinya dan atau Uang Pertanggungannya (UP Jiwa-nya) diwakafkan oleh tertanggung utama yang diketahui oleh ahli waris bila jatuh tempo atau wakif meninggal dunia tanpa mengurangi hak ahli waris.

Contoh  :

Bapak H Ahmad Nashir ( Usia 35 Tahun ) Merencanakan Wakafnya 1,5 jt setiap bulan yang dibayarkan melalui Asuransi Syariah / sahabat wakaf dengan jangka waktu 10 Tahun atau seumur hidup.

WAKAF BERSINERGI DENGAN ASURANSI SYARI’AH

PROGRAM PILIHAN 

Dengan berdonasi mulai 35.000 per hari berkesempatan memiliki program quantum wakaf senilai Rp. 1.000.000.000 ,- ( satu milyar rupiah ) yang dapat didedikasikan manfaatnya dengan menentukan :  

  1. Objek Wakafnya 
    1. Masjid 
    2. Pesantren 
    3. Lembaga – Lembaga Islam 
    4. Lembaga – Lembaga Social Charity 
    5. Badan Usaha Milik Wakaf Al – Azhar  
      • Perusahaan Transportasi 
      • Perusahaan Perkebunan 
      • Perusahaan Property
  2. Pahala Wakaf dapat diperuntukkan atas nama : 
    1. Wakaf atas nama Ayah dan Ibu (baik masih hidup maupun sudah disisi Allah ) = Rp 250 jt
    2. Atas nama Mertua = Rp 250 jt
    3. Atas nama Anak = Rp 250 jt
    4. Atas nama Saudara – Rp 250 jt
  3. Bisa untuk mendapatkan Layanan Pemulasaraan Jenazah di seluruh Indonesia 
  4. Bisa dijadikan Wakaf Ahly untuk Pendidikan sampai perguruan tinggi khusus Wakaf Produktif Al Azhar ( Badan Usaha Milik Wakaf ) 

Setiap Rupiah yang dikeluarkan insya Allah diganti Allah sebagaimana sabda Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al – Awwam :

‘ Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ada di Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekedar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.”

HR ad – Daruquthni dari Anas r.a 

 

WALAU UMUR TERPUTUS PAHALA MENGALIR TERUS 

Wakaf Berencana merupakan sebuah perencanaan wakaf produktif Al-Azhar oleh wakif dengan penyetoran bertahap (bulanan, triwulan, semesteran, tahunan) melalui transfer, Virtual Account, Auto Debet, Wakaf Wasiat Polis Syariah untuk merealisasikan berbagai rencana objek wakaf Anda. 

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (At-Tahrim ; 66) 

MENGAPA DEMIKIAN ? 

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, Sedekah Jariyah (Wakaf), Ilmu Yang Bermanfaat dan Anak Shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR.  Muslim).

 

KAYA DUNIA AKHIRAT DENGAN MEMBERI  

Meraih Kekayaan di Dunia 

Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al – Awwam : ‘ Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ada di Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekedar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.” HR ad – Daruquthni dari Anas r.a 

Meraih Kekayaan di Akhirat 

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau do’a anak yang sholeh.” (HR.  Muslim no. 1631) 

Menjadi “Kaya” sebagai sarana ibadah tentu menjadi dambaan dari setiap manusia agar kekayaan itu tidak hanya bermanfaat untuk di dunia tapi juga di akhirat. Dan diantara cara mengabadikan kekayaan kita di dunia dan akhirat adalah dengan bersedekah jariyah (berwakaf). Dengan berwakaf kita tetap bisa memberi walau nyawa sudah tidak di raga dan tentunya akan menjadi amalan yang tidak terputus ketika kita sudah “tiada”. 

 

 

Panggil