Bagaimana Cara Klaim Asuransi Jiwa Jika Tertanggung Meninggal?

Masyarakat Indonesia kini sudah banyak yang menjadi nasabah dalam sebuah asuransi jiwa. Kebanyakan dari masyarakat melakukan klaim kesehatan dengan asuransi jiwa saat dirawat inap di rumah sakit atau pergi berobat ke dokter. Tetapi bagaimana dengan klaim asuransi jiwa akibat meninggal dunia? Mungkin tidak banyak orang pernah melakukannya.

Klaim asuransi merupakan suatu kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kepada pihak yang tertanggung atau penerima manfaat dari suatu asuransi. Klaim asuransi jiwa merupakan salah satu manfaat dari kepemilikan asuransi.

Sebenarnya, klaim asuransi jiwa dapat diurus dengan mudah karena sudah banyak perusahaan asuransi yang menyediakan kemudahan proses klaim asuransi jiwa. Akan tetapi, karena kurangnya pemahaman mengurus cara klaim asuransi jiwa, banyak orang merasa kesulitan mengurus klaim asuransi jiwa.

Berikut ini ada beberapa prosedur cara klaim asuransi jiwa, jika tertanggung meninggal dunia, yang dapat kita jadikan pedoman umum saat mengurus klaim asuransi jiwa, antara lain:

  1. Anda sebagai pengaju klaim asuransi jiwa harus menginformasikan kepada perusahaan asuransi bahwa tertanggung asuransi telah meninggal. Persiapkan salinan surat kematian yang dikeluarkan oleh rumah duka atau kantor negara. Surat kematian berisikan data kapan, dimana, dan penyebab kematian tertanggung asuransi. Biasanya perusahaan asuransi akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tertanggung, misalnya nomor polis asuransi, status polis asuransi tertanggung, dan informasi-informasi lain terkait kematian tertanggung.
  2. Setelah itu, perusahaan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa akibat risiko meninggal dunia. Isi dengan lengkap formulir klaim asuransi jiwa tersebut.
  3. Setelah Anda mengisi dengan lengkap formulir klaim asuransi jiwa, sertakan berkas-berkas pendukungnya dengan lengkap, diantaranya:
  • Polis dan Endorsement (Asli).
  • Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi.
  • Fotokopi KTP atau identitas diri dari penerima manfaat.
  • Surat Keterangan meninggal dari Dokter / Rumah Sakit, yang berisikan penyebab dari kematian tertanggung.
  • Surat Keterangan Meninggal Dunia dari pemerintah setempat.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) asli jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan.
  1. Jika Anda sudah melengkapi berkas-berkas di atas, perusahaan asuransi akan segera menganalisis dan memproses klaim asuransi jiwa. Proses analisis klaim asuransi jiwa berupa verifikasi mengenai status polis asuransi apakah masih aktif, kemudian data diri terkait tertanggung, informasi seputar kematian tertanggung, dan verifikasi bukti-bukti adanya kematian tertanggung apakah benar atau tidak. Dan juga syarat dan pengecualian pengajuan klaim asuransi terkait penyebab kematian tertanggung.
  2. Apabila klaim asuransi jiwa dinilai sah dan benar adanya maka perusahaan akan melakukan perhitungan kewajiban yang harus dibayar perusahaan asuransi kepada penerima manfaat yang telah ditunjuk oleh tertanggung sebelumnya.
  3. Prosedur akhir dari pengajuan klaim asuransi jiwa adalah pembayaran klaim asuransi jiwa. Sebaiknya Anda menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak perusahaan asuransi mengenai informasi rekening bank Anda. Proses klaim asuransi jiwa terkadang membutuhkan waktu yang lama karena perusahaan asuransi sangat berhati-hati dan teliti saat menganalisa klaim asuransi jiwa, terlebih jika klaim asuransi mencapai lebih dari 1 miliar rupiah.

Demikian informasi yang bisa disampaikan agar para nasabah tidak bingung dan sudah mengerti cara melakukan klaim asuransi apabila tertanggung meninggal dunia. Semoga Bermanfaat!

Apabila ada yang ingin dipertanyakan kembali bisa menghubungi saya, Juniarti Harun (Agen Asuransi Allianz)



Tinggalkan Balasan

Panggil