CERMATI MENGUNTUNGKAN ATAU MERUGIKAN INVESTASI PADA ASURANSI UNIT LINK ,

Apakah Anda pernah ditawari produk asuransi unit link? yang miliki skema proteksi yang merangkap investasi sekaligus. Kelihatannya menarik karena di atas kertas produk unit link itu ibarat menyelam sambil minum air. Sekali beli, untungnya dobel. Karena sudah dapat proteksi asuransi dapat pula manfaat investasi.

Asuransi jiwa jenis unit link  adalah jenis asuransi yang paling populer saat ini dan banyak di jual oleh perusahaan asuransi di Indonesia. Semua berlomba-lomba menjual asuransi jiwa unit link kepada masyarakat dengan menawarkan program yang menarik yaitu asuransi jiwa yang juga memberikan manfaat investasi.

Apa pun tujuan Anda ketika membeli asuransi unit link, Anda tentu wajib paham mengenai kinerja produk ini secara detail. Hal ini akan menjamin tujuan Anda bisa berhasil dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai Anda mengalami kerugian, hanya karena tidak mengerti secara jelas mengenai produk asuransi unit link yang digunakan.

Jika melihat bagaimana gencarnya perusahaan asuransi dalam mempromosikan produk yang satu ini, Anda tentu bisa melihat secara kasat mata bahwa produk ini cukup menguntungkan. Namun, hal yang sama belum tentu terjadi bagi Anda selaku nasabahnya.

Untuk itu, penting bagi Anda memahami apa saja manfaat dan kerugian yang terdapat di dalam produk asuransi unit link agar bisa menimbang kelayakan produk tersebut.

 

Contohnya Allianz,

Punya produk unggulan asuransi jiwa unit link bernama Allisya Protection Plus atau disebut juga Tapro Allisya atau Tapro Syariah adalah sebuah program asuransi jiwa yang dipadukan dengan investasi berbasis syariah. Tapro Allisya memberikan perlindungan jiwa hingga seumur hidup, serta dapat ditambahkan manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi. Investasinya disalurkan pada instrumen-instrumen investasi yang halal dan bersih sehingga insya Allah bernilai berkah.

Produk ini sangat di minati karena banyak keunggulannya di banding asuransi unit link lain.

Di pasaran , asuransi jiwa unit link memang laku, Namun..

“Ada masalah tersembunyi terkait nilai investasi asuransi unit link ini”

“Masalah tersembunyi” ini bagai api dalam sekam yg bisa mengobarkan api yg besar di balik lakunya asuransi unit link ini bila nasabahnya tidak paham saat beli asuransi unit link ini…

Masalah ini akan muncul terutama bagi nasabahnya yang belum paham betulbagaiaman cara kerja , apa itu keunggulan sekaligus resiko asuransi jiwa unit link terkait nilai investasi nya ini.

Sebagian orang bahkan berpikir jika membeli asuransi unit link, sama saja sedang melakukan investasi atau di samakan seperti nabung di bank.

Padahal sama sekali TIDAK SAMA !!!

Sementara manfaat utama asuransi nya malah dianggap hanyalah sebagai bonus atau manfaat kedua saja.

Pemikiran seperti ini jelas sangat tidak tepat !!!

Ada baiknya bila Anda belum paham sama sekali tentang asurasi jiwa unit link , sebelum meneruskan membaca artikel ini

Kekecewaan dan keluhan nasabah asuransi unit link terkait investasinya

Di media cetak atau televisi tentu kita pernah baca dan dengar berita nasabah yang protes dan kecewa karena pelayanan asuransi nya tidak memuaskan .

Dan terutama di media sosial adalah yang paling serU

Seiring perkembangan dunia internet dan media sosial seperti Facebook , banyak perusahaan asuransi gencar melakukan promosi iklan di FB.

Iklan asuransi di media sosial ini tidak hanya Allianz saja tapi juga merk-merk dari perusahaan besar lainnya .

Banyak muncul komentar yang positiv  , mendukung , malah ikut merekomendasikan  terutama komentar dari nasabah yang sudah pernah mendapatkan manfaat asuransinya.

Tapi Tidak sedikit pula muncul komentar-komentar negativ yang berisi keluhan dan kekecewaan , entah itu memang benar dari nasabahnya atau dari orang yg sekedar pura-pura / ikut-ikutan seolah pernah di kecewakan asuransi tersebut.

Komentar-komentar negativ ini dari bernada halus sampai bernada kasar ,  sumpah serapah , makian dan hujatan terhadap nama asuransinya .

 

Kalau di rangkum dari keluhan nasabah asuransi tersebut terkaitnilai investasi asuransi unit link adalah :

  1. Nabung di asuransi itu katanya pasti rugi
  2. Nabung di asuransi itu katanya susah di ambilnya
  3. Nabung di asuransi lebih merugikan daripada nabung di bank atau di belikan emas atau bisnis .

Apakah keluhan dan komentar tersebut benar ???OK sebelum kita bahas satu-satu , kita harus sama sama pahami.

 

“Seperti apa bentuk Nilai Investasi asuransi unit link yang di maksud ?”

Setiap perusahaan asuransi tentu berbeda-beda bentuk penyajiannya , tapi rata-rata hampir sama isinya.

Bagi yang sudah atau pernah jadi nasabah asuransi unit link , ingatkah Anda saat awal beli asuransi , si agen biasanya menyerahkan  beberpa lembaran kertas yang di sebut  Ilustrasi atau proposal yang harus di pahami lalu ditanda tangani oleh calon nasabah.

Pada salah satu lembaran kertas itu ada tabel yang berisi angka-angka  , nah angka-angka pada tabel itulah yang di sebut sebagai Nilai Investasinya.

Kalau di Allianz namanya Ilustrasi Maslahat

Berikut ini contoh  tabel Ilustrasi Maslahat yang terlampir dalam  Ilustrasi Asuransi Allisya Protection Plus:

  • Nama produk  : Allisya Protection Plus
  • Jenis : asuransi unit link Equity Fund
  • Nasabah :  Wanita berusia 26 tahun , tidak merokok , karyawan swasta
  • Premi per bulan : Rp 1 juta
  • Uang Pertanggungan Jiwa : Rp  1,1 Milyar

TABEL ILUSTRASI MASLAHAT TAPRO ALLISYA : 

Tabel  Ilustrasi Maslahat Allianz di atas terdiri dari 3 kolom utama :

1 . Akhir tahun

Adalah awal tahun pertama masuk sampai terakhir tahun ke 70  (Tertanggung masuk usia 30 tahun di proteksi jiwa nya oleh Allianz sampai akhir tahun umur 100 tahun)

2 . Usia

Adalah Usia masuk yaitu 26 tahun sampai Tertanggung berusia 100 tahun

3 . Proyeksi Investasi , terbagi 2 :

1 . Nilai Investasi (yang sedang kita bahas)

Terbagi 3 kolom : Investasi Rendah , Sedang , Tinggi

Nilai Investasi tersebut bersifat estimasi (perkiraan) ,baik yang di investasi Rendah , Sedang atau Tinggi.

Nilai investasi ini terbentuk mulai tahun pertama si nasabah menabung (setor premi) sampai tahun terakhir si Tertanggung berusia 100 tahun.

Seperti yang tertulis di Catatan poin 1 s/d 6 , nilai investasi ini  intinya bukanlah angka yang pasti terjadi (hanya estimasi / perkiraan) dan bukan sebuah kontrak.

Jadi nilai investasi pada asuransi unit link bisa berubah-rubah  ,bisa untung bisa rugi,  tergantung bagaimana kinerja investasi Allianz .

Baik akan untung dan atau akan rugi ini tidak ada jaminan dari pihak asuransi, dan si pemohon (nasabah) harus siap untuk menerima keuntungan dan resiko kerugiannya.

“Lalu untuk Nilai Investasi nya yang real (pasti / fix) di tentukan nya berdasarkan apa  ?”

⇒ Nilai Investasi yang real / fix itu di dasarkan pada laporan “Pernyataan Transaksi” yaitu laporan perkembangan Nilai Investasi yang di kirim setiap bulan oleh Allianz melalui email atau di kirim ke alamat rumah atau kantor si nasabah.

PENTING !!!

>>> Nasabah harus memastikan laporan Pernyataan Transaksi ini sampai ke tangan nya dan laporan tsb wajib  di lihat dan di monitor perkembangan Nilai Investasinya.

Nanti kita bahas Nilai Investasi ini lebih lanjut.

2 . Maslahat Meninggal 

Terbagi 3 kolom : Investasi Rendah , Sedang , Tinggi 

Adalah Total estimasi (perkiraan) nilai investasi yang terbentuk mulai tahun pertama si nasabah menabung (setor premi) sampai tahun terakhir si Tertanggung berusia 100 tahun DI TAMBAHKAN  dengan berapa UP (Uang Pertanggungan ) Jiwa si Tertanggung.

MASLAHAT MENINGGAL = (NILAI INVESTASI + UP JIWA) 

Pada contoh tersebut UP  Jiwanya = Rp 1,1 Milyar

♦ UP jiwa Rp 1,1 Milyar  adalah PASTI bukan estimasi ,

sedangkan Nilai Investasinya adalah estimasi (perkiraan saja).

Misal si Tertanggung meninggal di usia 80 tahun ,

maka ahli warisnya akan mendapat Uang Pertanggungan (santunan) PERKIRAAN sebesar :

 

Rp.1,1 Milyar + Rp. 34.820.972.000* = Rp.35.920.972.000,- (Tiga Puluh Lima Milyar Sembilan Ratus Dua Puluh Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah)

*) Contoh Nilai Investasinya di atas di asumsikan investasi nya “Sedang”

Seperti yang sudah di sebutkan di atas , bahwa

⇒ Nilai Investasi yang real itu di dasarkan pada laporan “Pernyataan Transaksi”yaitu laporan perkembangan Nilai Investasi yang di kirim setiap bulan oleh Allianz melalui email atau di kirim ke alamat rumah atau kantor si nasabah.

Untuk itu nasabah harus memastikan laporan Pernyataan Transaksi ini sampai ke tangan nya , laporan tsb wajib  di lihat dan di monitor perkembangan Nilai Investasinya.

Karena Nilai Investasi itulah yang di pakai bila si nasabah (Tertanggung) meninggal , maka santunan meninggal dunia yang akan di dapatkan oleh ahli waris = Uang Pertanggungan jiwa + Nilai Investasi (real) saat itu. 

 

Pembahasan keluhan nasabah

1 . Katanya nabung di asuransi (unit link) itu pasti rugi

Nasabah asuransi unit link yang berkomentar seperti itu , yang harus di tanyakan dulu adalah :

  • “Apakah sudah paham apa itu asuransi unit link dan cara kerjanya ?”
  • “Apakah sudah paham keunggulan sekaligus resiko asuransi unit link ?

Bila sudah paham , nasabah pasti tahu apa resikonya dan siap menerimanya bila suatu saat nilai investasinya merugi , dan tidak akan menyalahkan asuransinya seolah pihak asuransinya menipu.

Bila  belum paham sama sekali apa itu asuransi unit link dan tidak paham apa resiko asuransi unit link berkaitan dengan investasinya , artinya wajar kalau dia mengeluh dan kecewa.

Perlu di pahami, bahwa menabung di asuransi unit link tidak sama seperti nabung di bank biasa.

Dan seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya ,

Nilai Investasi yang tertulis pada Ilustrasi Maslahat itu bersifat fluktuatif artinya bisa naik bisa turun , makanya di bagi menjadi 3 investasi yaitu Rendah , Sedang dan Tinggi.

– Setiap unit memiliki nilai atau harga yang disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang nilainya fluktuatif setiap hari, tergantung pada kondisi pasar modal.

– NAB ini diperoleh dari nilai investasi setelah dipotong biaya pengelolaan atau managemen fee.

– Untuk melihat perkembangan NAB asuransi unit link Allianz lihat di situs resmi Allianz :

Peran Agen asuransi sangat penting dalam menjelaskan asuransi unit link ke calon nasabah…

Banyak agen asuransi yang kurang profesional menawarkan produk asuransi unit link kepada nasabah dengan iming-iming nilai investasinya adalah pasti dan akan selalu meningkat.

Jarang sekali ada agen asuransi yang menjelaskan secara detil pada nasabah bahwa :

⇒ ada risiko yang harus dihadapi oleh nasabah bahwa kinerja investasi bisa menurun.

Sebagai nasabah Anda harus menyadari bahwa ketika kinerja investasi turun, maka nilai investasi pun akan ikut turun.

Risiko terburuk dari hal ini adalah nilai investasi tidak cukup untuk menutup biaya asuransi, biaya administrasi, dan lain sebagainya (jika ada) sehingga nasabah harus menambah dana dan melakukan top up agar asuransi tetap aktif.

Untuk menghindari risiko yang tinggi, Anda harus memilih produk unit link yang sesuai dengan profil dan tujuan keuangan Anda.

Artinya, jika Anda mengutamakan proteksi kesehatan atau jiwa misalnya, maka ada baiknya jangan memilih produk asuransi unit link yang agresif seperti Equity Fund karena produk yang menawarkan return tinggi otomatis memiliki risiko tinggi juga.

Yang harus di ketahui ,

Nilai investasi asuransi unit link perkembangannya di pengaruhi oleh :

1 . Biaya Akuisisi

Seperti di ketahui premi yang di setor nasabah  asuransi unit link di alokasikan menjadi 2 yaitu :

~ Untuk Proteksi

~ Untuk Investasi

Di 5 tahun pertama ada biaya akuisisi yang di kenakan , memotong premi nasabah.

Di awal tahun pertama biasanya lebih besar dan semakin mendekati tahun ke 5 biaya akuisisi semakin mengecil.

Jadi Biaya akuisisi ini mempengaruhi alokasi nilai investasinya , terutama di 5 tahun pertama sejak polis berlaku.

Lihat contoh biaya akuisisi asuransi Tapro  Allianz berikut :

Jadi di tahun pertama sampai tahun ke lima , nilai investasinya belum utuh 100 % karena masih di kurangi biaya akuisisi dan biaya-biaya yang lain seperti biaya asuransi ,biaya rider dan lainnya bila ada.

Itulah sebabnya kenapa menabung di asuransi unit link tidak sama seperti menabung di bank biasa.

Misal ,

Kalau nabung di bank Rp 1 juta per bulan , maka setahun terkumpul Rp 12 juta + bunganya.

Nah kalau di asuransi tidak seperti itu ,

Misal di Allianz ,

Setor premi Rp 1 juta per bulan , karena ada biaya akuisisi maka dalam 1 tahun pertama nilai investasinya bukan Rp 12 juta tapi baru sekitar 25 % nya saja.

Dan seterusnya di tahun ke 2 sampai tahun ke 5 nilai investasinya terkumpul sekitar 60 % , 85 % , 92,50% , 92,50% dan setelah tahun ke 6 di perkirakan baru akan tercapai di atas 100% (belum di kurangi biaya asuransi lainnya)

Di asuransi lain , banyak yang biaya akuisisinya lebih mahal dari Allianz.

Di tahun pertamanya bahkan sampai dikenai 100% , artinya Anda tidak memiliki nilai investasinya di tahun pertama alias  nol.

2 . Kinerja Investasi asuransinya

Perusahaan asuransi melalui  Fund Manager nya yang mengelola dana perusahaan termasuk di dalamnya adalah premi para nasabahnya , bertugas untuk memberikan keuntungan secara finansial ke perusahaan.

3 . Situasi ekonomi dan pasar saham secara nasional maupun global.

Ingat resesi ekonomi tahun 1997-1998 ? Kala itu terjadi krisis moneter di Indonesia maupun dunia.

Harga rupiah terhadap US$ hancur ,terjadi kerusuhan di Jakarta dan di beberapa kota-kota besar di tanah air .

Kejadian tersebut mengakibatkan  anjloknya pasar saham (IHSG) ,inflasi yg tinggi, terpuruknya perekonomian di semua bidang.

Dan tentu saja imbasnya juga menghancurkan kinerja investasi semua asuransi unit link , harga unit link semua perusahaan asuransi yang menjual asuransi unit link menjadi anjlok.

 

Jadi kesimpulannya adalah?

Nilai investasi asuransi unit link itu akan menguntungkan atau merugikan, Jadi Akan menguntungkan atau merugikan adalah relativ , tergantung dari berbagai faktor.

1.Akan menguntungkan bila :

 Kinerja investasinya sedang naik yang di pengaruhi oleh perkembangan pasar saham (IHSG) , ekonomi nasional yang sedang bertumbuh baik , sehingga nilai atau harga unit link juga naik.

2.Akan merugikan bila :

 Bila Anda mengambil Nilai Investasinya di tahun-tahun awal atau di bawah 6 tahun , bahkan setelah tahun ke 10 pun tidak ada jaminan imbal hasilnya akan sesuai harapan.

Kalau kinerja investasinya bagus , nilai investasi asuransi unit link dalam waktu singkat , misal dalam 6-10 tahun sudah bisa “Break Even Poin / balik modal” dan menghasilkan imbal balik yang baik dan begitu pun sebaliknya.

♣ Bila Anda salah menempatkan alokasi dananya saat melakukan switching (merubah fund / alokasi dana) .

Contoh , misal sebelumnya  fund (alokasi dana) asuransi unit link Anda di posisi yang aman (beresiko rendah) ,low profit  ,walau lambat peningkatan investasinya tapi sudah terkumpul cukup banyak nilai investasinya karena sudah lama setor preminya,

lalu tanpa perhitungan dan pengetahuan yang cukup , anda pindahkan semua nilai investasinya ke jenis fund yg lebih agresif , high profit  karena tergiur dengan high profit ,

sedangkan saat itu kinerja investasi yang high profit tersebut ternyata sedang jelek, harga unit link menurun terus karena terpengaruh kondisi ekonomi yg sedang resesi ,konsisi pasar saham yg sedang anjlok dll.

Akibatnya alih-alih ingin untung , yang ada malah buntung / rugi.

 

2 . Nabung di asuransi itu katanya susah di ambil Nilai Investasinya

Keluhan ini juga sering di lontarkan nasabah yang merasa kecewa dengan asuransi unit link.

Hanya saja yang jadi pertanyaan , yang di maksud susah di ambilnya ini seperti apa ?

Apakah prosedurnya yang berbelit-belit dan proses pembayarannya  lama ?

Rasanya tidak sulit kok kalau kita tahu cara dan prosedurnya,

Di Allianz prosesnya cukup singkat , sekitar 7-14 hari kerja tergantung kelengkapan dokumen yg di kirim apakah sudah benar atau tidak.

Untuk mengambil sebagian (withdrawal) atau keseluruhan Nilai Investasinya (surrender) , begini prosedurnya :

1. Mengisi Formulir Penarikan dan Penebusan Polis Unit Link (4 lembar).

Download formulirnya DI SINI kemudian di print, di isi, dan ditandatangani, lampirkan fotokopi KTP pemegang polis.

2 . Setelah semua lengkap , dokumen dikirim ke kantor pusat Allianz, atau dititip lewat agen .

 

3 . Nabung di asuransi unit link lebih merugikan daripada nabung di bank atau di belikan emas atau bisnis .

Banyak orang  gagal paham gara-gara pernah kecewa dengan asuransi unit link.

Dan umumnya nasabah asuransi  kecewa karena tidak tahu mekanisme , cara kerja dan resiko asuransi unit link itu seperti apa.

Dan sudah di jelaskan juga sebelumnya , nilai investasi pada asuransi unit link itu bukan untuk di ambil dalam jangka pendek.

Kalau niatnya untuk investasi murni tanpa ada embel-embel asuransi , ya lebih baik uang kita di investasikan di bank , deposito , reksa dana , emas atau di buat dagang / bisnis.

Nah bila sekarang Anda sudah punya tabungan banyak , aset dan harta kekayaan yang banyak, ikut asuransi adalah solusi yang tepat untuk melindungi aset Anda.

Karena manfaat asuransi , selain memproteksi jiwa kita tapi justru malah sekaligus memproteksi dan menggandakan aset , tabungan dan investasi kita yang lain.

Lagi pula , dalam setiap investasi pasti ada resiko rugi yang harus siap di tanggung oleh kita bukan ?

OK ,

Jadi intinya adalah , Anda tidak perlu khawatir dan jangan ragu untuk beli asuransi unit link , terlepas ada nilai investasinya bisa naik (menguntungkan) dan juga beresiko rugi ,

  • Ingatlah bahwa kita ikut asuransi itu yang terpenting adalah PROTEKSINYA bukan INVESTASINYA .

Asuransi itu mem PROTEKSI / melindungi kita kapan saja bahkan di waktu yang singkat atau tidak terduga ,

misalnya amit-amit bisa saja kita baru ikut asuransi 3 bulan tiba-tiba kita harus terkena sakit kritis atau meninggal dunia ,

maka pihak asuransilah yang akan menanggung resikonya dan kita akan dapat uang pertanggungan (santunannya).

Sedangkan INVESTASINYA adalah sangat jangka panjangnya , yang akan kita gunakan pada masa pensiun atau di hari tua , untuk dana pendidikan anak , jadi warisan , dana naik haji / umrah , dana hibah dll.



Tinggalkan Balasan

Panggil