Berikut Kondisi Serta Alasan Kita Wajib Punya Asuransi

Asuransi jiwa atau asuransi kesehatan  pastinya sangat diperlukan saat ini karena Semua orang yang sudah sadar dan paham pentingnya asuransi pasti sudah jauh-jauh hari mempersiapkan dana tersendiri khusus untuk asuransi . Minimal memiliki BPJS Kesehatan dengan premi yang terjangkau.

Sebaliknya , Banyak orang belum sadar dan masih meremehkan asuransi karena hidup ini penuh misteri, kita takkan tahu apa yang akan terjadi kelak . Sebagai manusia tidak bisa menghilangkan risiko hidup seperti:

1 . Sakit, 2 . Kecelakaan, 3 . Cacat, 4 . Menua, 5 . Meninggal

Bukan menakuti tapi risiko terkena penyakit mematikan ada pada setiap orang. Meski pengobatan semakin canggih, fasilitas ini diikuti dengan harga yang mahal pula. Peluang untuk sembuh sama besarnya dengan peluang menjadi bangkrut.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi kurang menyenangkan tersebut, dibutuhkan sebuah investasi/tabungan pelindung yang dapat mengcover kebutuhan kita yang tak terduga di masa depan, yaitu dengan memiliki asuransi.

ASURANSI merupakan salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Fungsi utama asuransi adalah sebagai pengalihan risiko, pengumpulan dana dan premi yang seimbang. Fungsi sekunder asuransi adalah untuk merangsang pertumbuhan usaha, mencegah kerugian, pengendalian kerugian, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan. Sedangkan fungsi tambahan asuransi adalah sebagai investasi dana dan invisible earnings.

Jadi jawabaang tepat kapan waktu yang tepat untuk beli asuransi sebenarnya adalah sesegera mungkin , tapi tentunya tergantung dengan kondisi kita saat ini bagaimana.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang bisa menjadi patokan Anda untuk segera beli asuransi :   

1 . Saat aset atau harta kekayaan semakin banyak

Kenapa beli asuransi saat aset atau harta kekayaan semakin banyak ?

Kita bekerja tentunya cari uang untuk menghidupi diri sendiri dan atau keluarga.

Seperti yang sudah di bahas sebelumnya bahwa kita harus menyisihkan minimal 10 % dari penghasilan kita untuk di belikan asuransi jiwa atau asuransi kesehatan.

Kalau ada sisa dari penghasilan kita tentunya kita harus menabung untuk keperluan lain seperti untuk investasi , beli kendaraan ,beli emas ,deposito beli properti seperti tanah ,rumah ,ruko dll yang akhirnya menjadi aset atau harta kekayaan kita. Tentunya hal itu kita harus jaga aset dan semua harta kekayaan kita.

Terutama Sakit kritis seperti kanker , jantung ,stroke , gagal ginjal dll adalah momok menakutkan bagi semua orang . Selain mematikan , pengobatannya yang lama dan biaya yang sangat mahal bisa membuat uang tabungan habis , aset dan harta benda yang di miliki akan ikut habis untuk membayar biaya pengobatannya , bahkan harus berhutang sana sini .

Percayalah sudah banyak bukti orang kaya jadi jatuh miskin karena tidak punya asuransi sakit kritis.

Sudah saya jelaskan juga pada artikel saya sebelumnya bahwa asuransi selain memproteksi jiwa kita , asuransi juga bisa menjaga aset harta kekayaan kita bahkan melipatgandakan aset kita.

Jadi miliki asuransi sekarang juga agar aset dan harta benda hasil kerja keras Anda selama ini akan terjaga aman .

Bagi Anda yang sudah mempunyai aset yang cukup banyak , sudah seharusnya menyiapkan asuransi untuk perlindungan jiwa sekaligus menggandakan aset Anda .

 

2 . Saat sudah punya pekerjaan dan penghasilan tetap

Beli asuransi saat sudah bekerja dan punya penghasilan tetap, karena beli asuransi kan butuh uang alias tidak gratis.

Untuk itu kita disaat punya penghasilan tetap maka kita akan mudah dan mampu membeli asuransi dibandingkan belum bekerja.

Terlebih ikut asuransi itu untuk jangka panjang , bisa sampai puluhan tahun bahkan seumur hidup kita bayar preminya.

Bayar premi asuransinya sudah jelas  , butuh komitmen dan konsistensi yang berkesinambungan.

Banyak polis yang lapse (gugur) gara-gara nasabah yang tidak sanggup bayar lagi preminya.

Untuk itulah kalau sudah bekerja dan punya penghasilan tetap tentu kita akan sanggup bayar premi secara konsisten dan berkesinambungan.

Justru di saat kita sudah mulai bekerja dan berpenghasilan lalu ikut asuransi ,inilah tahap awal yang penting ,

karena kita akan merasa aman dan tidak khawatir uang tabungan yang kita kumpulkan dari hasil kerja kita akan habis untuk biaya pengobatan di saat terkena sakit misalnya.

 

3 . Saat masih muda dan sehat

Karena perusahaan Asuransi lebih menyukai calon nasabah yang masih muda dan sehat. Ingat , perusahaan asuransi menanggung resiko hidup nasabahnya sejak awal polis berlaku. Pihak asuransi harus siap membayar klaim kapan pun, walaupun mungkin si nasabah baru bayar premi sekali atau dua kali.

Tentunya nasabah yang di sukai adalah calon nasabah yang masih muda dan sehat agar kemungkinan resiko si perusahaan asuransi menanggung resiko klaim akan lebih kecil di banding calon nasabah yang sudah tua dan sudah sakit-sakitan.

~ Peluang pengajuan asuransi di setujui lebih besar bagi calon nasabah yang masih muda dan sehat

~ Harga premi akan lebih murah bagi calon nasabah yang masih muda dan sehat.

~ Uang Pertanggungan dan manfaat asuransi nya akan lebih besar di dapat.

 

4 . Bila jenis pekerjaan atau profesi kita beresiko tinggi

Alasan harus beli asuransi bila jenis pekerjaan atau profesi anda beresiko tinggi, Karena Pekerja pertambangan ,pekerja di lepas pantai ,pekerja konstruksi di gedung tinggi , adalah jenia pekerjaan beresiko tinggi .

Mungkin Anda sudah dapat fasilitas kesehatan dari kantor.

Apakah anda mendapatkan santunan yang di berikan perusahaan bila Anda meninggal karena pekerjaan / profesi Anda atau semua biaya pengobatan akan di tanggung oleh perusahaan apabila sampai mengalamai kecelakaan fatal di tempat kerja, dan mungkin jaminan atau santunan yg besar kalau sampai Anda cacat sehingga tidak bisa kerja lagi. Biaya hidup anak istri akan di tanggung sepenuhnya bila Anda meninggal karena profesi atau pekerjaan Anda

Bila “tidak” maka Anda wajib beli asuransi jiwa sebagai antisipasi , jangan sampai keluarga yang akan memikul bebannya. Jarang sekali ada perusahaan yang mau kasih santunan besar terhadap karyawan.

Dan perusahaan umumnya tidak  akan mempekerjakan karyawannya yg sudah cacat entah karena sakit atau mengalami kecelakaan kerja.

 

5 . Baru saja menikah (pengantin baru) atau baru punya anak

Alasan pengantin baru harus segera beli asuransi ?

  • Manfaat buat pasangan (suami/istri) :

Resiko hidup seperti sakit ,cacat , kecelakaan dan meninggal adalah resiko yang mengintai  setiap saat.

Setelah menikah seorang pria yang mencari nafkah punya pasangan hidup yaitu  istri yang mungkin tidak bekerja dan menggantungkan hidup pada suami. Tentu dengan ikut asuransi apabila si suami meninggal , ada uang pertanggungan (santunan) yang bisa jadi warisan dan pegangan biaya hidup  si istri .

Atau bila si suami terkena sakit kritis atau cacat karena kecelakaan sehingga tidak bekerja lagi tentunya ada uang pertanggungan yang didapat dari asuransi untuk menggantikan penghasilan si suami yg hilang.

Sebetulnya kebutuhan asuransi buat pasangan pengantin baru yang ideal adalah kedua-duanya ikut asuransi ,bukan hanya si suami saja.

  • Manfaat buat anak 

Untuk yang satu ini sudah pasti sangat penting karena Anak sudah pasti menggantungkan hidupnya pada orang tua.

Orang tua yang sudah punya asuransi tentu akan mewariskan Uang Pertanggungan nya pada anak-anaknya.

Dengan demikian si anak hidupnya tidak akan terlantar dan akan terjamin selepas bila orang tua nya meninggal.

Kalau ada dana lebih , akan semakin baik lagi bila si anak juga di asuransikan , terutama asuransi kesehatan.

Anak-anak terutama yang berumur di bawah 5 tahun masih sangat rentan terhadap resiko penyakit , karena kekebalan tubuhnya masih belum sekuat orang dewasa.

Mungkin Anda masih ingat kasus kematian bayi Debora bulan September 2017 silam di RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta ?

Bayi malang ini harus meregang nyawa karena sang orang tua tidak memiliki uang cukup untuk bayar uang muka yang di minta pihak RS  ,

bahkan punya BPJS Kesehatan pun tidak bisa membantu karena RS Mitra Keluarga Kalideres belum kerja sama dengan BPJS .

Untuk itu orang tua wajib mengasuransikan anak-anaknya sejak dini , sebagai antisipasi agar kejadian yang di alami anak bayi Debora tidak menimpa anak kita.

 

6 . Bila menikah di usia tua dan anak masih kecil-kecil 

Alasan harus beli asuransi di saat menikah di usia tua dan anak-anak masih kecil yaitu

Beberapa orang ada yang tidak ingin menikah di usia muda atau mungkin “berat jodoh” sehingga terlambat menikah . Resikonya adalah bila nanti dikaruniai anak , umur si orang tua akan terpaut jauh dengan anak-anaknya.

Misal kedua pasangan menikah di usia 35-45 tahun , kalau langsung di karunia anak atau katakanlah mengadopsi anak bayi maka selisih umur dengan si anak sudah 40 tahun.

Apalagi kalau tidak langsung dikarunia anak maka selisihnya akan makin jauh.

Tentunya usia si ayah atau Ibu tidak muda lagi dan menjelang masuk usia 50 tahun resiko terkena penyakit semakin besar .

Sementara anak-anak masih kecil-kecil dan istri misal kebetulan tidak bekerja , semua menggantungkan hidupnya pada si ayah.

Oleh karena itu , Apakah si anak dan si istri yang menggantungkan hidup pada si ayah akan siap bila si ayah terkena resiko sakit kritis ,kecelakaan atau meninggal tiba-tiba atau sewaktu-waktu ?

Sudah pasti belum tentu siap , apalagi disaat latar belakang ekonominya mungkin kurang.

Akibatnya , anak-anak yang masih kecil-kecil terancam tidak bisa sekolah atau meneruskan sekolah, cicilan-cicilan seperti mobil ,motor , dan hutang-hutang lainnya terancam tidak bisa terbayar .

Oleh karena itu lain cerita bila si ayah ikut asuransi  jiwa atau asuransi kesehatan.

Minimal ada warisan yang di tinggalkan dari si ayah  bila dia meninggal , atau ada santunan sakit kritis atau santunan Cacat yang bisa di gunakan untuk menggantikan penghasilan si ayah yang hilang.

Anak-anak dan si istri untuk jangka waktu ke depan masih bisa melanjutkan kehidupannya , minimal tidak terlantar.

 

7 . Saat mulai terlibat dalam hutang piutang

Alasan beli asuransi saat kita mulai terlibat hutang piutang,

Kalau tabungan belum cukup , beli rumah biasanya di cicil (KPR) , beli mobil atau motor di cicil , pakai kartu kredit juga bayarnya di cicil , butuh uang pinjam sama rentenir atau bank dan masih banyak lagi.

Bagi calon pengusaha atau yang sudah jadi pengusaha , untuk memulai usaha atau meningkatkan bisnis pasti butuh tambahan modal , biasanya juga berhutang ke bank ,ke saudara , ke teman dll.

Untuk pedagang yang butuh barang juga berhutang ke pemasok atau ke produsen , dan masih banyak lagi.

Apa jadinya misalnya bila seorang pencari nafkah yang banyak hutang tiba-tiba meninggal atau terkena sakit kritis atau kecelakaan sampai cacat total dan tidak bisa bekerja normal kembali ?

Tentu saja ada penghasilan yang hilang bukan ?

Lalu bagaimana bila penghasilan hilang sementara hutang masih menumpuk ?

Namanya hutang harus tetap di bayar bukan ?

Manfaat santunan atau Uang Pertanggungan yg di peroleh dari asuransi adalah untuk menggantikan penghasilan yang hilang ,sekaligus bisa untuk menutup hutang piutang yang mungkin ada.

Seumpama jumlah hutang lebih besar dari santunan yg di dapat , minimal jumlah hutang akan berkurang .

Untuk menyeimbangkannya , tentu saja kita harus hitung berapa besar kebutuhan Uang Pertanggungan asuransi di banding dengan jumlah hutang yang ada.

 

8 . Bila ada riwayat sakit kritis keturunan dari leluhur 

Alasan harus beli asuransi bila ada riwayat sakit kritis keturunan,

Penyakit kritis bisa diturunkan dari leluhur kita kepada kita tanpa kita ketahui secara pasti.

Maksudnya bila kita tidak tahu ternyata ada leluhur kita yang pernah meninggal karena sakit kritis misalnya sakit jantung , kanker dll , maka suatu saat mungkin kita yang bisa saja “mewariskan” penyakit tersebut.

Memang sulit untuk di prediksi apakah kita atau saudara kita yang lain yang akan terkena.

Nah bila kita sudah mengetahui dan menyadari hal tersebut , alangkah baiknya sebagai antisipasi kita beli asuransi yang ada manfaat santunan sakit kritisnya.

Seperti di ketahui dan terbukti bahwa pengobatan sakit kritis itu lama proses penyembuhannya dan biayanya sangat mahal.

Bila kita tidak siap dengan biayanya , amit-amit bila suatu saat benar-benar terkena sakit kritis , maka siap-siap uang tabungan habis , aset dan harta benda mungkin juga akan habis terjual.

 

9 . Bila fasilitas asuransi kesehatan dari kantor kurang memadai

Alasan harus beli asuransi bila fasilitas asuransi kesehatan dari kantor kurang memadai,

Jarang sekali ada perusahaan yang mau memberikan fasilitas kesehatan buat karyawannya secara maksimal ,

biasanya ada limit (plafon) untuk klaim kesehatan dalam nilainya maupun frekuensinya klaimnya dan tentunya akan di sesuaikan juga dengan level jabatannya.

Perusahaan kecil maupun besar sekarang ini hanya memberikan fasilitas asuransi kesehatan setara BPJS Kesehatan yg iurannya memotong gaji si karyawan.

Nah bagaimana kalau fasilitas BPJS Kesehatan yang di dapat dari kantor terasa kurang memadai dan perlu proteksi yang lebih lengkap dan maksimal ?

10 . Bila polis lama sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Alasan harus beli asuransi lagi bila polis lama sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini ?

Apakah Anda masih ingat kapan sebelumnya beli asuransi  atau sudah berjalan 8 , 10 atau 15 tahun yang lalu ?

Atau anda tidak pernah lagi di lihat dan di ingat sama sekali ?

Oleh karena, Apakah (UP) Uang Pertanggungan Jiwanya atau Sakit Kritisnya  masih ideal dan masih cukup untuk kondisi saat ini atau sekian tahun ke depan ?

Apakah Ridernya (manfaat tambahan) masih cukup dengan kondisi saat ini atau sekian tahun ke depan , apakah perlu beli rider baru ?

Apakah masih bisa mengimbangi laju inflasi umum dan kenaikan biaya pengobatan Rumah Sakit yang tiap tahun naik 10-20 % / tahun ?

Pertanyaan-pertanyaan tadi perlu di cek dengan cara di tinjau lagi polis lama kita ,

Bila ternyata sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini , ada baiknya polis kita di update.

contohnya: 10 tahun lalu , misalnya Anda punya Rider (asuransi tambahan) Sakit Kritis dengan UP Rp 100 juta , itu mungkin terasa sudah cukup besar UP 100 juta tersebut.

Saat itu mungkin masih cukup untuk biaya pengobatan Sakit Kritis misalnya jantung.

Tapi saat ini dengan adanya inflasi dan kenaikan harga pengobatan RS,  UP sebesar Rp 100 juta tersebut sudah pasti tidak layak lagi untuk pengobatan Sakit Kritis seperti Jantung ,Kanker , Gagal ginjal dll.

Saat ini paling tidak kita harus menyiapkan dana Rp 500 juta – 1 Miliar untuk pengobatan sakit jantung atau kanker secara menyeluruh.

Atau 10 tahun lalu Anda punya (UP) Uang Pertanggungan Jiwa sebesar Rp 100 juta untuk warisan  , mungkin saat itu cukup karena anak masih satu.

Kalau anak sudah bertambah tentunya jumlah warisan sebesar itu sudah tidak layak lagi, oleh sebab itu sangat peting.

Jadi , bukalah polis lama Anda , lihat dan evaluasi lagi kelayakannya .

“Saya makin mengerti dan asuransi itu memang sangat penting…”

“Lalu apa nama produk Allianz yang paling lengkap dan di rekomendasikan untuk di beli ?”

Saat ini produk asuransi jiwa dan kesehatan di pasaran yang paling di minati masyarakat adalah asuransi jenis unit link , 

  • yaitu asuransi yang bisa memberikan 2 manfaat sekaligus yaitu :
  1. Manfaat Proteksi
  2. Manfaat Tabungan / Nilai Investasi

 

Allianz memiliki produk unggulan tersebut yaitu Allisya Protection Plus atau biasa di sebut TAPRO ALLIANZ :

  • Harga premi murah mulai Rp 10 ribu per bulan
  • Biaya asuransi dan biaya akuisisinya sangat murah
  • Memberikan manfaat asuransi yang lengkap dalam 1 polis yaitu :

~ Asuransi dasar (santunan meninggal dunia)

~ Santunan Sakit kritis

~ Santunan Cacat Total

~ Santunan Kesehatan Rawat Inap di RS (Cashless dan Reimburse)

~ Pembebasan premi bila pemegang polis meninggal atau sakit kritis



Tinggalkan Balasan

Panggil